Content Marketing: Apa yang diperlukan Content Marketing?

Anda pasti sudah sering mendengar kata “content”, sebuah content biasa digunakan dalam untuk mempromosikan produk atau si pembuat. content juga digunakan oleh seorang marketing dalam mempromosikan perusahaan beserta produk dan layanan nya atau disebut dengan “Content Marketing”.

Pada kesempatan ini, saya akan membahas mengenai apa yang diperlukan saat Anda akan membuat Content marketing.

Table of Content

1. Pengantar
     1.1. Work Breakdown Structure Content Marketing
     1.2. Apa itu Content Marketing?
     1.3. Manfaat Content Marketing

2. Apa yang diperlukan Content Marketing?
     2.1. Content Teams
     2.2. Content Management System (CMS)
     2.3. Content
     2.4. Content Optimization

3. Kesimpulan

1. Pengantar

1.1. Work Breakdown Structure Content Marketing

Berikut penjelasan mengenai pekerjaan – pekerjaan yang dilakukan dalam content marketing:
Listen & Buyer Persona
Anda perlu menganalisa dan mencari apa yang disukai target customer Anda, setelah anda mengetahui “customer persona” Anda dapat menganalisa apa yang dilakukan dan dibuat oleh competitor.
Decide on Theme & Topic
Pada tahap ini, anda perlu menentukan topik apa yang akan Anda bagikan kepada target pembaca, penentuan topik akan menjadi sangat penting terutama saat anda merencanakan pembuatan konten dalam jangka panjang.
Create Content
Dari topik yang sudah ditentukan, Anda masuk ke tahap pembuatan konten, konten dapat dibuat berdasarkan topik yang akan dibahas, konten dapat dibuat dalam bentuk artikel, review, video dan media lainnya.
Publishing Content
Konten yang sudah dibuat, akan dipublish ke media – media yang anda miliki atau disediakan, jika konten yang dibuat dalam bentuk tulisan.
Anda dapat mempublish tulisan tersebut ke media social seperti Facebook atau jika Anda memiliki website, Anda juga dapat mempublish konten tersebut di website tersebut.
Konten yang sudah dibuat harus dipublish ke media yang tepat, agar dapat dinikmati oleh pembaca Anda dengan maksimal.
Content Optimization
Setiap konten yang sudah dibuat dan dipublish perlu dilakukan optimasi, tujuan dari optimisasi agar konten tersebut mendapat hasil yang maksimal, serta agar konten tersebut dapat ditemukan oleh pembaca.
Promote Content
Dengan mem-promote konten, konten Anda akan lebih mudah ditemukan oleh pembaca. Dengan mengeluarkan sejumlah uang untuk mengiklankan konten anda dengan menggunakan media seperti facebook ads dan lain – lain.
Measure & Evalute
Pada tahap ini Anda perlu menganalisa konten yang sudah dibuat, dengan memperhatikan “traffic” dari konten yang anda buat, seperti:
  • Apakah konten mendapatkan banyak pembaca baru?
  • Apakah konten tersebut menghasilkan target yang anda inginkan?
Anda dapat menganalisa hal tersebut dengan menggunakan tools yang ada, salah satunya “Google Analytic”.
Repurpose
Dengan menggunakan konten yang sudah ada, lalu dibuat kembali dengan meningkatkan isinya atau mengubah tipe konten nya, perlu diperhatikan bahwa search engine menghargai setiap konten yang diupdate. Ada 2 hal yang dapat dilakukan pada tahap “Repurpose”, yaitu:
Update Content
Setiap konten lama yang sudah tidak ketinggalan, dapat anda perbaiki lalu dipublish kembali, biasanya konten yang sudah berumur 3 tahun ke atas.
Transform Content

Mengubah penyampaikan konten yang sudah ada, seperti jika konten yang Anda buat dalam bentuk tulisan seperti artikel atau blog, maka Anda dapat mengubah konten tersebut dalam bentuk video, infographic dan lain – lain.

1.2. Apa itu Content Marketing?

Apa itu Content Marketing
Content Marketing merupakan sebuah strategi marketing dalam pembuatan dan menyebarkan konten yang berharga, relevan, dan juga konsisten untuk menarik perhatian para audiens yang dituju.
Content marketing tidak hanya sekedar membuat konten agar untuk audiens yang membutuhkan informasi dari konten tersebut.
Content Marketing juga bertujuan untuk membangun relasi yang kuat dan kepercayaan dengan para audiens dalam jangka waktu lama, mengubah status audiens dari visitor ke seorang customer lalu menjadi seorang promotor perusahaan anda.

Oleh karena itu, sebuah konten harus dibuat relevan agar tercipta perasaan butuh dari audiens yang akhirnya memiliki kedekatan emosi dengan konten yang sudah dibuat.

1.3. Manfaat Content Marketing?

Pada umumnya sebuah konten dibuat untuk menarik audiens atau visitor baru untuk membaca konten yang anda sediakan, setelah mereka mulai membaca dan menikmati setiap konten yang anda buat, audiens tersebut dapat menjadi seorang customer atau menjadi seorang promotor perusahaan anda.
Setiap konten yang anda miliki dalam bentuk blog, artikel, video, social media dan media lainnya digunakan untuk menarik pelanggan visitor untuk meningkatkan engage audiens anda.

Konten tersebut tidak hanya dibuat saja, tetapi ada beberapa strategi serta optimasi yang diperlukan agar konten – konten anda dapat memenangkan audiens dan search engine (Google).

2. Apa yang diperlukan Content Marketing?

2.1. Content Marketing Team

2.1.1. Writer
Writer
Dalam membuat sebuah artikel atau blog, diperlukan seorang penulis untuk mencarikan serta membuat konten. Perusahaan publikasi biasanya memerlukan penulis dalam jumlah banyak, perusahaan dapat memperkerjakan seorang penulis maupun menyewa jasa penulis dari luar perusahaan.
2.1.2. Editor
editor
Setelah konten sudah selesai ditulis oleh penulis, seorang editor yang akan mulai memasukan serta mendesain tulisan tersebut kedalam website atau aplikasi yang digunakan agar tulisan tersebut dapat di dipublikasi dan dapat di nikmati oleh pembaca.
Editor harus sering melakukan komunikasi dengan penulis agar tulisan yang sudah dibuat dapat tersampaikan kepada pembaca dengan baik.
2.1.3. Management
Divisi ini adalah yang mengawasi pekerjaan yang sudah dilakukan oleh penulis dan editor, pihak manajemen memperhitungkan waktu pembuatan sebuah artikel atau blog dari penulis, editor sampai tahap publikasi, setelah konten yang sudah dibuat akan dicek terlebih dahulu oleh divisi ini sebelum dapat dipublikasi.
Rencana Kerangka Pembuatan Konten
Kerangka kerja pembuatan konten adalah struktur proses uuntuk menerbitkan konten dari tahap awal hingga publikasi.
Dengan kerangka kerja yang ada, tim anda dapat mengembahkan ide – ide kreatif dapat mengembangkan ide – ide kreatif dengan cara yang terorganisir dan terukur. Sebuah kerangka menjaga keseimbangan antara kreativitas otonom dan keberkelanjutan konten jangka panjang.

Anda dapat membuat kerangka pembuatan konten dengan menggunakan Microsoft Excel atau Google excel dengan kolom seperti

  • “Tanggal Publikasi” dan “Waktu Publikasikan” di dokumentasi sehingga editor mengetahui tanggal dan waktu untuk menjadwalkan postingan mereka untuk publikasi.
  • Lalu ada kolom “Tanggal Jatuh Tempo”. Ini adalah tanggal penulis harus mengirimkan artikel mereka.
  • Kolom “Bertanggung Jawab”, Penulis bertanggung jawab untuk menulis artikel mereka dan menyelesaikannya tepat waktu
  • Kolom “Judul Posting Blog”, Penulis memasukan judul yang diusulkan atau jika mereka belum memikirkan judul, Mereka dapat memasukan uraian singkat tentang apa yang mereka rencanakan untuk dibahas.
  • Kolom “Deskripsi”, mereka memasukan satu atau dua kalimat pendek tentang artikel mereka buat
  • Kolom “Status” tahap apa dalam proses pembuatan posting blog:
    • Tertunda : Artikel sudah dbuat, tetapi belum di konfirmasi oleh penulis
    • Confirmed : Slot telah diisi artikel dan dikonfirmasi oleh penulis
    • Dikirim : Penulis telah mengirim artikel untuk diedit
    • Dijadwalkan : Editor telah meninjau artikel dan menjadwalkan untuk publikasi
    • Diterbitkan : Artikel telah di publish
Anda perlu melayani kebutuhan audiens dan mendidik mereka dari waktu ke waktu tergantung pada apa yang mereka cari.
Sebagai Contoh: Jika Anda menjadi penulis teknis diperusahaan anda (Contoh: Web Design). Pembaca mencari informasi seputar Web Design untuk website mereka.
Anda perlu membuat konten dan mempublikasikannya dengan cepat agar selaras dengan rilis produk. Jadi untuk memastikan Anda dapat memastikan dapat memperbaharui artikel kami saat ini untuk membuat yang baru dengan tepat waktu.

Saat Anda merencanakan konten selama satu bulan atau bahkan satu tahun sebelumnya, tetaplah fleksibel untuk memperhitungkan perubahannya yang pasti akan muncul.

2.2. Content Management System (CMS)

Setiap konten yang sudah dibuat membutuhkan sebuat tempat untuk disimpan serta dipublikasi agar dapat dibaca dan di nikmati oleh pembaca.
Pengertian CMS (Content Management System) adalah aplikasi yang menyediakan sebuah sistem untuk mempermudah seorang user dalam mengelola setiap konten yang sudah dibuat.

CMS yang sering digunakan untuk publikasi sebuah artikel atau konten salah satunya adalah WordPress, WordPress adalah aplikasi “open source” yang dikembangkan oleh banyak orang, serta banyak perusahaan serta programmer yang membantu dalam menyediakan fitur – fitur tambahan untuk wordpress dari yang gratis hingga yang berbayar.

Beautiful Content Management System with OPUSISV

Untuk menyimpan setiap konten yang sudah dibuat dan agar dapat dinikmati oleh target pembaca anda, anda memerlukan CMS (Content Management System) yang mendukung untuk menyimpan konten, OPUSISV Press adalah WordPress, salah satu CMS website terbaik yang kami kembangkan dengan mempertimbangkan desain, performa, keamanan, user management serta fitur – fitur lainnya.

2.3. Content

Konten adalah informasi yang tersedia melalui media atau produk elektronik, ada beberapa informasi yang perlu anda ketahui, sebagai berikut:
2.3.1. Content Type
Ada beberapa tipe konten yang dapat dibuat dan disajikan untuk pembaca, yaitu:
Blog

Blog memberikan informasi seputar topik yang dibahas, blog dapat memiliki beberapa jenis bentuk penyampaian, dapat berbentuk informasi, tutorial, jawaban dan lain – lain. Berikut beberapa Isi blog yang sering digunakan

  • Text
  • Video
  • Infographic
  • Image

Dengan menggabungkan kombinasi isi blog membuat pembaca lebih tertarik untuk melihat isi konten anda.

Video
Membuat konten dalam bentuk video yang di publish ke Youtube, sudah menjadi tren beberapa tahun belakangan ini, Ada beberapa tips dan keuntungan membua konten video di Youtube, yaitu:
  • Membuat Video Berkesan bagi Penonton Anda
  • Video yang Berkualitas
  • Menambahkan video di website Anda, dapat meningkatkan kesempatan hasil halaman depan di Google sebanyak 53 kali
  • Video selalu berada pada posisi teratas dalam hasil pencarian dengan Google
Story Telling
Memberikan cerita tentang perusahaan Anda, apa yang Anda lakukan untuk mencapai target dari perusahaan dan bagaimana cara memberikan layanan terbaik kepada customer untuk memberikan rasa emosional kepada pembaca.
Orang tidak membeli apa yang kita buat, mereka membeli kenapa Anda melakukan itu.
Saat membagikan cerita, tekankan pada bagian “Why” untuk memberikan rasa emosional dan membangun awareness pembaca Anda.
Saat membuat sebuah “Story Telling”, pastikan cerita anda mengandung 3 elemen ini, yaitu:
  • Characters
  • Conflict
  • Resolution
2.3.2. Cara menentukan Ide Content Marketing

Anda dapat melihat “Cara menentukan Ide Content Marketing” di Slide Share

2.4. Content Optimization

Setiap konten yang sudah dibuat, perlu dilakukan optimisasi agar konten tersebut dapat memberikan hasil yang maksimal, serta agar konten tersebut dapat ditemukan oleh target pembaca Anda.
Berikut beberapa optimisasi yang perlu dilakukan, sebagai berikut:
Key Phrase
Menyelipkan kalimat singkat pada bagian di artikel anda, kalimat tersebut disesuaikan dengan keyword yang ingin Anda menangkan, dengan tujuan agar dengannya perulangan keyword pada artikel Anda yang meningkatkan tingkat relevansi bagi search engine pada topic tersebut.
Key pharse dapat diselipkan pada:
  • Heading
  • Meta Description
  • Sub Heading
  • Paragraph
Internal Link
Membuat relasi antara halaman blog dengan halaman lain pada website Anda, ini akan mempermudah google dalam meng-crawl setiap halaman yang ada pada website Anda.
External link
Memberikan link dari website lain yang Anda gunakan sebagai bahan referensi dan sejenisnya, dengan memberikan external link pada artikel Anda, search engine akan melihat artikel anda lebih relevan karena Anda sudah melakukan “research” terlebih dahulu.
Featured Snippets
Menurut Google, “Featured Snippets” adalah ringkasan jawaban atas permintaan pengguna, yang ditampilkan di atas pencarian Google, yang diekstraksi dari halaman web dan menyertakan judul halaman dan URL.

“Featured Snippets” terletak pada halaman pertama paling atas dari hasil pencarian yang dilakukan orang, Untuk memenangkan “Featured Snippets” tidak harus menjadi peringkat #1.Berarti dengan mengetahui cara mengoptimakan konten anda tidak hanya untuk search engine, tetapi untuk fitur pencarian organik yang lebih baru seperti “Featured Snippets”.

Digital Marketing with Value

Kami menawarkan jasa “Digital Marketing” dengan paket “SEO Essential”, dimana kami menawarkan jasa untuk melakukan SEO (Search Engine Optimization), agar website anda dapat mendapatkan urutan yang tinggi pada hasil pencarian “search engine” dengan keyword terbaik yang telah dipilih.

Guest Blogging (Link Building)

Membuat artikel di blog orang lain dengan mengambil potongan dari pembahasan artikel Anda atau membahas topik yang mirip dengan artikel yang sudah dibuat, lalu menyisipkan link artikel Anda didalam blog tersebut.

3. Kesimpulan

Dalam membuat content marketing, ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatannya. Dari menentukan strategi, mencari orang – orang yang akan membuat konten sampai optimisasi konten yang sudah dibuat.

Content marketing yang berhasil akan berdampak sangat baik bagi perusahaan Anda, terutama dalam meningkatkan awareness dan engagement.

Other Articles