Menganalisa User Journey dengan Google Analytic

Dalam Menganalisa User Journey memerlukan pemahaman mengenai Google Analytic. Google Analytic adalah layanan gratis dari Google yang menampilkan data statistik pengunjung sebuah website. Kkamu dapat menelusuri tingkah laku pengunjung berdasarkan informasi halaman yang ada pada website kamu melalui Google Analytic, termasuk juga informasi mengenai mesin pencari, iklan, pembayaran, email marketing, atau tautan lainnya yang terkandung dalam dokumen serta UTM juga dapat dilihat dan di analisa oleh Google Analytic.

Bagaimana cara menggunakan Google Analytics untuk melihat perjalanan pengguna pada website kamu? Pada artikel ini saya akan mencoba membahasnya lebih lanjut.

Daftar Isi

1. Gunakan UTM pada Landing Page

UTM adalah singkatan dari Urchin Traffic Monitor, yaitu sebuah kode yang disisipkan pada URL website yang berfungsi untuk mengidentifikasi sumber traffic yang akan kamu dapatkan. biasanya dipakai saat kamu membagikan konten melalui informasi source, medium, dan campaign, misalnya: email, social media, google, ads, dan sebagainya.

Jika kamu ingin membuat UTM, Google menyediakan UTM Builder yang dapat kamu akses melalui Campaign URL Builder. Alat ini memungkinkan kamu dengan mudah menambahkan parameter campaign ke URL sehingga kamu dapat melacak campaign khusus di Google Analytics.

Contoh untuk setiap parameter:

Campaign Source

utm_source

Gunakan utm_source untuk mengidentifikasi search engine, newsletter, atau sumber lain.

Contoh: google, newsletter, billboard.

Campaign Medium

utm_medium

Media periklanan atau pemasaran, misalnya: cpc, banner, newsletter email.

Campaign Name

utm_campaign

Nama kampanye individual, slogan, kode promo, dsb. untuk sebuah produk.

Campaign Term

utm_term

Mengidentifikasi kata kunci penelusuran berbayar. Jika Kamu memberikan tag ke kata kunci kampanye berbayar secara manual, Kamu juga harus menggunakan utm_term untuk menentukan kata kunci.

Campaign Content

utm_content

Digunakan untuk membedakan konten yang serupa atau link dalam iklan yang sama. Misalnya, jika Kamu memiliki dua link pesan ajakan (CTA) dalam pesan email yang sama, Kamu dapat menggunakan utm_content dan menetapkan nilai yang berbeda untuk masing-masing CTA agar Kamu dapat menentukan versi mana yang paling efektif.

2. Promosikan Website Kamu

Libatkan Social Media

Pada dasarnya, social media menjadi strategi pemasaran yang memanfaatkan jaringan media sosial untuk menyebarkan informasi mengenai sesuatu yang kamu miliki.

Social media juga merupakan sarana promosi yang melibatkan artikel, graphic, video, ataupun iklan dengan tujuan agar traffic pada website kita meningkat, dan alhasil tercapai nya goal conversion akan semakin meningkat.

Ada beberapa alasan mengapa social media menjadi salah satu media promosi untuk website kamu, yaitu diantaranya:

  • Media sosial mudah digunakan
  • Media sosial memperluas jangkauan penyebaran
  • Media sosial dapat digunakan secara gratis

Jika kamu menggunakan media sosial sebagai media promosi untuk website kamu, tentunya harus memiliki rencana yang matang agar promosi kamu tidak sia-sia.

Berikut kami simpulkan beberapa hal yang harus kamu fikirkan dalam mempromosikan website kamu di sosial media:

  • Fikirkan target yang ingin dicapai
  • Pahami target audience kamu
  • Pantau konten kamu, berapa yang melihat, like, dan share
  • Respon terhadap komentator
  • Berikan value/testimoni/review sebagai daya Tarik

Setelah kamu memahami teori kami berikan, saatnya kamu mengombinasikannya dengan rencana-rencana matang agar social media kamu dapat sukses.

Gunakan E-Mail Marketing

Email marketing adalah Tindakan mengirim pesan ke sekelompok orang menggunakan email, ini melibatkan penggunaan email dalam mengirimkan iklan, artikel terbaru, promosi atau berita terbaru. Strategi email marketing biasanya berusaha untuk mencapai suatu tujuan utama untuk membangun loyalitas, kepercayaan, dan meningkatkan awareness brand.

Jika kamu menggunakan email marketing sebagai media promosi, tentunya harus memiliki rencana yang matang juga seperti hal nya social media, berikut kami rangkum apa yang harus kamu lakukan dalam strategi email marketing:

  • memerhatikan subjek email tersebut untuk menarik perhatian pelanggan
  • buatlah email dengan tampilan yang menarik
  • mencantumkan formulir data diri ke dalam email marketing
  • sediakan informasi berharga yang dicari oleh calon pelanggan Kamu
  • tawarkan promo menarik

Contoh dalam kasus saya ingin mempromosikan halaman IT Security yang saya sisipkan UTM di button pada halaman email, maka hasilnya akan seperti ini

Mempromosikan / menyebarkan url dengan utm tersebut melalui media email, link pada button akan mengarah ke https://www.opusit.com.my/it-security-penetration-test?utm_source=april-promotion&utm_medium=email&utm_campaign=penetration-test

3. Bagaimana Melihat dan Menganalisa User Journey dalam Google Analytic

Saya akan memberikan contoh 1 kasus bagaimana Menganalisa User Journey yang sudah masuk kedalam website kita

Lacak data pengunjung pada Acquisition

Acquisition memperlihatkan data bagaimana pengunjung menemukan website kamu. Pengunjung yang menemukan website kamu bisa berasal dari macam jenis berupa dimensi channel, souce/medium, medium, dan source.

Pada tab source/medium, kita dapat melihat apa yang sudah kita buat sebelumnya pada UTM, perhatikan gambar dibawah

Ini menunjukkan bahwa website kita ada user yang membuka melalui link yang ditambahkan UTM kode, akan semakin yakin Ketika kita juga melihatnya dalam behaviour pada step berikutnya

Lacak/Menganalisa User Journey di Audience dan Behaviour

Behaviour” menunjukan halaman-halaman mana saja yang sering dilirik oleh pengunjung.

Mulailah dengan masuk ke Google Analytics dan menggunakan menu sebelah kiri untuk menavigasi ke Behaviour > Behaviour Flow. 

Pada behavior flow, dapat kita lihat perjalanan mereka hingga sampai mana, disini terlihat ada yang berakhir pada kontak, tetapi perlu kita pastikan apakah dia benar2 melakukan kontak atau tidak yang akan dibahas pada step konversi.

Berikut contoh perjalanan yang menuju sampai konversi

Pada contoh ini, kita lihat bahwa source/medium April promotion / email, terdapat perjalanan hingga contact-us/thank-you yaitu adalah ujung dari konversi / goal, maka terdapat data yang masuk dalam kontak.

Setelah kita mengetahui behaviour flow, kita juga dapat melihat pada sisi audience. “Audience” akan memperlihatkan data mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pengunjung kamu, mulai dari berapa jumlah new pengunjung, demographic pengunjung yaitu usia dan gender, lokasi pengunjung, operating system yang digunakan dll.

Pada audience > user explorer

Kita dapat melihat client id yang terdata goal conversion, pada audience ini kita juga dapat melihat flow secara list yang akan lebih mudah kita dalam melihat bahwa si user ini ngapain aja sih.

Berikut contoh gambarnya:

Terlihat terdapat urutan yang hampir serupa pada behaviour flow yaitu perjalanan user dari mulai masuk kedalam website hingga terciptanya kontak

Lihat penyelesaian sasaran user journey pada goals dalam analytic kamu

Dalam Menganalisa User Journey, sasaran akhir yang harus dilihat adalah yang mungkin sudah Kamu siapkan — sasaran penyelesaian. Untuk contoh ini, kita akan melihat halaman terima kasih, yang merupakan tujuan menyelesaikan perjalanan pelanggan.

Di sini sekali lagi, Kamu dapat melihat bahwa direct berfungsi dengan baik dan Kamu mulai memahami bagaimana sumber lalu lintas ini mulai bekerja bersama.

Sekarang mari kita analisis ini selangkah lebih maju, Kamu dapat melihat bahwa Google/organic, bing/organic, dan lainnya semuanya bagus dalam acquisition.

Alasan Kamu dapat melihat tingkat visibilitas goal conversion ini adalah karena saya menggunakan UTM. Jika Kamu tidak menggunakan UTM, semua conversion rate akan menjadi satu pada direct 

Jadi, Kamu tahu UTM efektif dalam menciptakan pengelompokkan source/ medium, tetapi apa lagi yang dapat Kamu pelajari tentang traffic ini? Sekali lagi, kembalilah melalui tujuan, keterlibatan, dan penyelesaian atau goal yang telah ditetapkan.

Tentukan tujuan atau sasaran goals (Conversion)

Menyiapkan tujuan konversi sangat penting untuk mendapatkan Analisa terbaik dari google analytic. Analisa yang ingin kamu dapatkan tentunya memiliki tujuan, entah itu untuk mendapatkan analisa jumlah user yang mengakses halaman, atau berapa yang sudah download file kamu, atau yang umum adalah siapa yang sudah kontak website kamu.

Pada gambar diatas, itu adalah goals yang sudah dibuat. Pada point sebelumnya kita telah melihat perjalanan seseorang hingga terciptanya konversi, disini lah tempatnya kita mengatur konversi itu, lihat pada gambar dibawah

Setelah kita sudah melakukan pembuatan utm, memikirkan media nya, lalu mempromosikan website kita, dan memahami perjalanan user dengan acquisition, behaviour, audience. Sekarang fokus pada conversion, lakukan strategi yang anda ketahui dalam konversi, tentukan tujuan konversi anda apakah untuk kontak saja ataukah hal lain.

Mari kita lihat grafik conversi di google analytic

Ini adalah data dalam 1 bulan dan terlihat sudah ada konversi yang masuk yaitu 10x pengunjung melakukan submit form

Jika kita ingin melihat detail lagi, klik pada goals: source / medium, maka gogle analytic akan menyesuaikan berdasarkan itu, dan lihat! Utm dengan source/ medium april-promotion / email masuk dalam goal conversion.

Kita berhasil Menganalisa User Journey dengan melacak UTM dengan google analytic sampai conversion. Selanjutnya ada beberapa tips dari kami yang dapat membantu anda dalam journey pada sebuah website

4. Apa yang mempengaruhi perilaku pengunjung atau user journey pada suatu website agar lebih meningkatkan sasaran goal

Tidak hanya Menganalisa User Journey untuk mendapatkan informasi yang ada di belakang layar website kamu, tapi kamu juga perlu meningkatkan kegunaan website kamu, berikut ada beberapa tips untuk meningkatkan traffic website kamu

Gunakan Long-Tail Keyword

Kata kunci yang baik dan sesuai memiliki dampak yang besar terhadap banyaknya pengunjung yang masuk ke website kita, Coba gunakan Long-Tail Keyword pada konten atau artikel kamu, Long-Tail Keyword itu menggunakan kata kunci yang Panjang dan yang biasanya disukai oleh pengunjung, lakukanlah riset terlebih dahulu mengenai kata kunci tersebut sehingga artikel kamu semakin besar kemungkinan dilihat oleh orang lain di mesin pencaharian google

Perhatikan gambar dibawah ini:

Jika pada short-tail menggunakan kata kunci ‘website’, maka dapat kita lihat itu memiliki persaingan yang ketat hingga jumlah pencarinya sebanyak 23.900 perbulannya, dan tingkat persainganya pada mesin pencari juga cenderung lebih sulit. Alangkah baiknya jika kamu melakukan penambahan kata agar kata kunci ‘cara membuat website’ menjadi lebih baik lagi dengan long-tail keyword, misal: ‘cara membuat website aman’

Pastikan website kamu responsive dan memiliki performa yang baik

Perlu diperhatikan website kamu dapat digunakan di berbagai perangkat dan buatlah website anda mobile-friendly sehingga pengguna dapat akses dari mana saja. Optimalkan website agar dikenal baik oleh google karena memiliki performa yang bagus, lakukan secara teknis seperti mengoptimalkan ukuran file, foto, struktur halaman, dan lain sebagainya.

Lakukan riset competitor

Jika ingin website kita dikunjungi dan disukai banyak orang, tentunya kita harus lebih baik dari competitor lain. Tapi kita juga harus melakukan riset kepada kompetitor-kompetitor kita agar kita dapat melihat topik seperti apa yang banyak dibuat, konten apa yang ada, hal apa yang sedang tranding, yang lebih kreatif dan inovatif. Sehingga akan mendatangkan banyak pengunjung lebih banyak lagi karena bisa jadi website kita lah yang lebih unggul daripada competitor kita.

Gunakan backlink

Backlink adalah link yang disisipkan pada halaman website yang akan mengarahkan pengunjung ke sebuah website atau halaman lainya. Backlink sangat berpengaruh dalam meningkatkan traffic kita, semakin banyak backlink dari situs yang berkualitas dan memiliki Domain Authority yang tinggi maka akan mempengaruhi website kamu untuk mencapai ranking tinggi juga pada mesin pencaharian Google

Perbaharui konten kamu yang sudah usang

Pengelola website harus melakukan evaluasi konten mereka. Konten yang sudah expired atau telah lama diunggah dapat di update kembali. Konten dengan topik yang sama tersebut dapat diperbarui dan disesuaikan dengan situasi dan perilaku masyarakat saat ini.

Pengelola website harus melakukan pemantauan dan evaluasi konten yang mereka sudah buat. Apabila konten kamu sudah habis masa tanggal upload atau expired, maka dapat diupdate kembali, atau kamu dapat memperbaharui konten tersebut dengan topik yang sama dan situasi yang sama.

Lihat Article Lainnya